Lama sudah blog ini tak pernah tersentuh.
Terhitung terakhir posting saya pada tahun 2010. Banyak yang menjadi penyebab blog ini tak lagi terurus. Mulai dari kesibukan, perkembangan teknologi, banyaknya masalah silih berganti yang membuat saya lupa untuk mulai menulis lagi di blog ini. Ya, terhitung hari ini, mungkin saya akan kembali menulis dan melanjutkan blog saya
Cerita ini dimulai dari keputusan saya yang akan merubah masa semuanya. Pada tahun 2012 akhir, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah . Saya memutuskan untuk terjun langsung ke usaha keluarga(toko) karena keadaan pada saat itu memaksa saya untuk ikut menyelesaikan keadaan toko yang sedang carut marut. Banyak sekali masalah-masalah di toko yang tidak bisa terselesaikan dikarenakan orang tua saya yang sudah mulai tua, dan semangat usaha nya sudah mulai berkurang. Berbekal pembelajaran saya semenjak saya masih kuliah, saya lebih giat memperdalam ilmu untuk kemajuan usaha keluarga, Tidak terlalu lama, dalam jangka waktu 6 bulan saya dapat mengambil alih 50% urusan toko dan mulai dipercaya untuk meneruskan usaha. Pada saat itu, papa saya sudah bisa mulai santai dan juga mulai bisa melepaskan segala urusan toko kepada saya. Mulai saat itu saya giat untuk membesarkan toko agar bisa lancar seperti semula.
Awal tahun 2014, saat semangat sedang menggebu-gebu untuk mencari uang, timbul masalah baru, keuangan agak "seret" pada waktu itu, sebabnya adalah keadaan toko yang kacau pada tahun 2010 - 2013. Dari situ mulailah beberapa supplier tidak percaya lagi pada saya, ada beberapa yang masih support sampai sekarang berbekal kepercayaan. Awal mula kesalahan ini adalah spekulasi papa untuk mengembangkan usaha pada tahun 2008. (bagian ini tak mau saya bahas)
Singkat cerita, untuk menolong kesehatan keuangan toko, saya akan menjual satu toko cabang saya yang hingga saat ini belum laku terjual karena memang keadaan ekonomi di Indonesia sedang tidak baik. Orang-orang takut untuk berinvestasi pada saat itu (pilpres) karena belum tahu mau dibawa ke mana arah negara ini. Posisi sulit, uang sulit, omset toko pun terus menurun akibat ketidak lengkapan barang yang biasa dijual dan juga akibat dari 'pasar' yang lesu. Semua orang ikut 'goyang' keuangannya pada masa itu.
Saya pun sadar, sudah waktunya saya untuk memikul beban-beban berat. Inilah kehidupan yang sesungguhnya. Pahit, manis, sedih, senang semuanya harus diterima dengan dada lapang dan tak pernah mengeluh. Berbeda dengan masa perkuliahan ataupun masa sekolah. Rasa-rasanya pikiran ini hanya memikirkan untuk bermain, dan tak pernah memikirkan keuangan.
Ya, inilah babak baru kehidupan saya, dan saya siap untuk melaluinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar