Jumat, 12 Desember 2008

Curhat buat Sahabat

Curhat buat Sahabat
Dee
Rectoverso

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai ka di sana

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku di sini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : "   Pandang aku, kau tak sendiri, 
oh dewiku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...

Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang telah bermimpi
Dan berbisik: " Selamat tidur, tak perlu bermimpi
bersamaku..."

Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi



Phew lagu ini dalem banget, apalagi yang udah baca novelnya Dee-Rectoverso...

"Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit"

Itu yang bener2 dalam artinya bagi saya, bagaikan sahabat yang benar2 gak pernah meninggalkan temannya walau dalam waktu apapun... 
Sampai - sampai harus jatuh sakit demi membawakan segelas air putih untuk sahabat baiknya yang sedang terkapar karena demam tinggi...

Pecinta novel dee, beli dech Rectoverso klo yang belum baca... Dijamin akan terhanyut dalam suasana nya...

Keep read, keep study, keep working, n keep praying...^^

Zie...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar